Jumat, 10 September 2010

manfaat Kotoran Kelinci

Siapapun pasti tidak dapat menyangkal, bahwa daging kelinci sangat enak rasanya, apalagi kalau daging tersebut disajikan dalam bentuk sate. Oleh karena itulah tidak ada yang meragukan manfaat daging kelinci. Tetapi siapa sangka ternyata kelinci bukan hanya bermanfaat dagingnya saja. Kotorannya juga dapat bermanfaat.



Kita dapat mempergunakan kotoran kelinci sebagai pupuk. Pupuk tersebut di namai Pupuk Cair Organik. Di bawah ini akan diuraikan langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci :

1. Siapkan wadah dengan kedalaman 10 cm

2. Masukkan serbuk gergaji (serbuk pohon kelapa) secukupnya ke dalam wadah

3. Lalu kelinci dimasukkan ke dalam wadah itu

4. Kotoran dan kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji

5. Setelah 4-5 hari, biasanya tumbuh jamur di serbuk gergaji, berarti serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran. Jamur yang tumbuh itu untuk memakan bakteri

6. Selanjutnya serbuk gergaji dipindahkan ke ember, masukkan air panas sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran basah itu selama dua malam

7. Setelah itu bahan serbuk gergaji disaring. Cairan hasil saringan diaduk-aduk agar fermentasi merata. Jika timbul bintik-bintik putih (jamur), air hasil saringan harus diaduk lagi. Munculnya bintik-bintik putih menjadi petanda senyawa organik dalam cairan belum terurai. Ulang lagi pengadukan sampai bintik putih menghilang selama kurang lebih 21 hari.

8. setelah stabil, cairan itu menjadi pupuk cair organik yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai system pertahanan diri

Pupuk cair bisa di semprotkan pada daun atau pada tanah. Konsentrasi penggunaannya: 4 ml pupuk cair dicampur dengan 1 liter air. Ampas sisa penyaringan juga bisa digunakan sebagai media hidup cacing tanah. Siapa yang mau mencoba?

Mei Sarumaha, SP.
◄ Newer Post Older Post ►