Minggu, 05 April 2009

Bunga Wijaya Kusuma Mekar di Kudus

Flora

Kudus, Kompas - Sri Sulastri (56), penduduk Desa Kaliputu RT 06/RW 01, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Sabtu (21/7) malam, menyaksikan keindahan bunga wijaya kusuma, yang dominan berwarna putih. Bunga diketahui mekar setelah beberapa tahun Sri memeliharanya dalam pot plastik.

Putik bunga ini lembut serta memancarkan aroma harum. Di bagian bawah tangkai yang berwarna kemerahan (pangkal bunga), beberapa helai bunganya berwarna putih strip kemerahan. "Saya bersama suami menunggui hingga tengah malam guna menyaksikan keindahan dan misteri kembang tersebut. Bahkan, sebelumnya banyak tetangga yang ramai-ramai menyaksikannya," tuturnya.

Sebenarnya, melihat sosok wijaya kusuma sekilas tidak ada yang menarik. Kalah jauh dengan adenium, euphorbia, gelombang cinta, dan sebagainya. Sebab, bunga ini berbatang kecil yang tidak lebih besar dari sebatang pensil. Daunnya sedikit keras, memanjang dari pangkal batang hingga pucuknya. Misteri

Tetapi, yang misterius (bagi orang awam tentunya), kemunculan bunganya selalu terjadi pada malam hari saja. Esok harinya sudah tidak lagi mekar dan berangsur-angsur layu akhirnya gugur. Ibaratnya, bagai sebuah payung yang terbuka di malam hari dan menutup kembali menjelang pagi.

Oleh karena hanya terjadi semalam dan bunga itu muncul tidak menentu (berbulan-bulan lamanya) serta hanya muncul sekuntum saja, maka harus ekstra waspada jika ingin menyaksikan mekarnya wijaya kusuma tersebut.

Mungkin karena itulah, teramat jarang penggemar bunga mau memelihara kembang wijaya kusuma. "Tetapi, bagi saya, inilah salah satu bukti betapa banyak karya Tuhan yang begitu indah, atau menikmati salah satu fenomena alam," tutur Sri Sulastri.

Mitos dari bunga wijaya kusuma ada dalam dunia pewayangan. Prabu Kresna mempunyai dua senjata utama, yaitu berupa busur dan panahnya yang bernama cakra dan kembang (bunga) wijaya kusuma. Kembang ini salah satu khasiatnya yang paling spektakuler mampu menghidupkan orang mati.

Bunga wijaya kusuma konon berasal dari Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Sampai sekarang masih ada sebagian masyarakat yang percaya terhadap berbagai macam khasiat bunga misterius ini. (SUP)
Sumber : kompas
◄ Newer Post Older Post ►