Senin, 11 Februari 2008

Hukum Motivasi - Motivasi Memerlukan Pengakuan

Ini adalah hukum yang sangat ampuh. Pelanggaran terus-menerus terhadap hukum ini akan menjadikan Anda seseorang yang tidak akan pernah mempunyai orang-orang yang sungguh-sungguh termotivasi disekitar Anda.

Pengakuan datang dari berbagai bentuk dari ucapan. Orang akan berupaya lebih keras demi pengakuan daripada apa pun didalam hidup ini. Pengakuan bisa berbentuk pujian. Jika anda adalah seorang ayah atau ibu, anda tentu pernah mengalami suatu hari ketika anak anda pulang dari sekolah sambil membawa hasil pekerjaannya di sekolah, mungkin sebuah gambar yang ia buat. Anda sebagai orang tuanya mengagumi gambar itu, lalu menempelkannya pada dinding. Hasil dari tindakan seperti itu, yang saya yakin anda juga memperhatikannya, adalah bukan sekedar seseorang anak yang termotivasi tetapi juga lebih banyak lagi gambar.

Pujian yang tulus adalah suatu bentuk pengakuan dan hanya pribadi dengan pemikiran besar sajalah yang mampu memberikan pujian tulus kepada orang lain. Orang yang picik tidak akan mampu bahkan mengakui prestasi orang lain.

Dalam bisnis, perusahaan memberi pengakuan dalam berbagai pertemuan dimana mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota staff karena prestasi, pencapaian, loyalitas dan lain lain. Adalah satu kaidah kencana bahwa ketika memberikan pengenalan, tidak seorang pun terlupakan.

◄ Newer Post Older Post ►